Adams Blog

take a look

Archive for the ‘Story’ Category

Banjir

Awal 2010 ini ternyata kampungku kembali dihadapkan pada bencana seperti 7 tahun yang lalu. Banjir. Yah banjir kembali melanda kampungku. Malahan ini lebih besar daripada yang dulu. Lebih merata ke seluruh kota. Kota Bangil. Tanggal 9 Januari, sekitar pukul 3 sore, ujan mulai mengguyur. Sepertinya ujan yang lumayan deras emang merata di semua ujung kota.


Tak disangka, aku yang lagi mandi sore sekitar jam 4, ditelpon adikku. Aku disuruh pulang nyusul mami and papi. Kampungku banjir. Saat aku tiba disana, ketinggian air udah mencapai pinggang orang dewasa. Dan dalam hitungan menit udah setinggi dada. Papi yang sendirian di dalam rumah nyelametin barang2, udah ditolongin beberapa tetangga untuk keluar. Sebelum air makin meninggi, aku putusin langsung mengungsi. Mami dan adikku udah mengungsi duluan. Tinggal aku dan papi.

Kami pun sekeluarga alhamdulillah selamat dan sehat. Walaupun barang2 di rumah banyak yang tak bisa diselametin. Banjir begitu cepat datang. Menghancurkan segala apa yang dilalui. Tetangga pun berseloroh… “Udah gak usah mikirin dunia, yang penting jiwa selamat.” Hmmmm benar sekali, cuman saat banjir udah surut. Kembali ada celotehan2, “Kalo udah gini, tetep aja mikirin dunia lagi…”. Dunia yang hancur… Banjir surut jam 9 malaman. Banjir bener2 telah melumpuhkan sebagian besar kota Bangil.

Harta yang udah ludes, barang2 kenangan yang benar2 tinggal kenangan, rumah yang kotor. Surat2 berharga yang hancur. Baju, kasur, kursi, alat2 elektronik yang tekena lumpur. Semua koleksi buku2ku pun menjadi lebur oleh lumpur. Itu masih mending. Rumah temenku yang ada di bantaran sungai roboh terkikis derasnya air.

Butuh waktu berhari-hari untuk kembali melihat rumah seperti yang dulu. Namun syukurlah, kita diberi peringatan kembali. Mungkin kita harus kembali menata kehidupan ini lebih baik. Ini hanyalah sebuah ujian.

  • 10 Comments
  • Filed under: Story
  • Welcome to Batam

    Ternyata Batam lumayan juga perkembangan pembangunannya. Salah satu pulau yang termasuk dalam Provinsi Kep. Riau ini memang mulai munjukkan geliatnya. Sebagai daerah yang dekat dengan Singapore, tentu saja Batam memiliki daya tarik tersendiri. Baik bagi warga asing, maupun warga Indonesia sendiri.

    Coba aja tengok, disepanjang jalan beragam warung makanan tersedia. Lengkap dari sabang sampai merauke kalo gak salah. :lol: yah maklum belum lama berkeliling. cuman baru sekilas aja.

    Habis mendarat tadi siang sekitar pukul 10.30 setelah melakukan perjalanan udara selama kurang lebih 2 jam dari Bandara juanda ke Hang Nadim, pasukan langsung digiring ke rumah makan, terus langsung meluncur ke salah satu gedung pemerintahan untuk koordinasi pekerjaan yang akan dilakukan.

    Have a nice day…

    From The Blog
  • 10 Comments
  • Filed under: Story
  • Pindah Rumah

    Ahad yang lalu, kembali cowok2 ngadain acara masak-memasak. Tempatnya pun masih sama, di rumah mas ufiq. Cuman sekarang dalam rangka tasyakuran pindahan rumah. Iya mulai saat itu, Mas Ufiq udah sah nempatin rumah yang letaknya berseberangan dari rumah yang biasa ufiq tempatin.

    Begitulah kalau punya rumah banyak, bingung mo nempatin yang mana. Ini aja baru 2. Gimana dengan orang2 yang punya banyak rumah ya? Disisi lain, gak sedikit yang masih belum punya rumah sendiri. Hmmm.. yah mudah2an setelah nempatin rumah yang baru, segalanya menjadi lebih baik. Amin

    Menu kali ini adalah bandeng bakar & Goreng + Mujair disiram dengan saos mangga manis asam pedas + sambal tomat + sambal kecap. silahkan liat di sini :lol:

  • 7 Comments
  • Filed under: Story
  • Penghujung September

    Di penghujung September Indonesia kembali harus menangis. Gempa dahsyat tlah menghancurkan di sebagian pulau Sumatra. Bagaimana keadaan teman2 blogger Sumatra? Atau yang punya saudara disana?

    Mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk melalui masa-masa seperti ini.

  • 3 Comments
  • Filed under: Story
  • Makhluk Manis

    Sekarang lagi punya kegemaran baru. Piara kelinci. :lol: Gara-garanya kemarin pas waktu liburan hari raya, 2 ekor kelinci piaraan temenku yang ditaruh di kontrakan depan rumah dibiarin kelaparan. Ditinggal mudik pemiliknya. Ih, miara kok gak tanggung jawab :lol: . Untung aja pas liburan ketiga habis hari raya, aku ngecek ke rumah situ, dan menemukan 2 ekor kelinci yang lagi kelaparan dengan manisnya.

    Beberapa hari kemudian aku chating dengan temenku, dia setuju menghibahkan 2 ekor makhluk manis itu ke aku. Dia emang udah punya banyak kelinici di kampungnya. Dia termasuk penghobby piara kelinci. Akhirnya akulah yang ‘ketiban’ tanggung jawab.

    Berhubung istri dan adikku setuju piara kelinci, akupun ok juga. Tapi konyolnya, sekarang aku jadi punya kesibukan baru. Tiap pagi pas hari libur, aku jadi punya kewajiban pergi ke sungai depan rumah, atau kesawah di belakang rumah untuk ngarit atau ngambilin limbah sayuran macam kangkung, rumput-rumputan dan beberapa tanaman hijau2an lainnya. Haduhhhh… piye kii??

    Tapi it’s ok… Namanya kesukaan baru, yang pasti ini jadi satu tantangan yang menarik. Dan inilah penghuni baru di rumah kami yang imut2. Katanya sih cewek2. Hmmm tinggal beli yang cowoknya neh :D .

    Katanya sih kelinci ini jenis lokal. Jenis pedaging biasa. Kalau menurut yang aku baca2 di internet, jenisnya adalah Dutch, karena mungkin dulu nenek moyangnya dari Belanda, pas jaman penjajahan dibawa kesini oleh para penjajah. Dutch pun bermacam-macam jenisnya.

    Hmmm kayaknya asik juga ya beternak kelinci. Ternyata banyak sekali jenis2 kelinci, dari kelinci hias hingga kelinci pedaging. Dan harganya pun lumayan. Jadi mikir neh setelah baca artikel disini http://public.kompasiana.com/2009/09/15/ternak-kelinci-ternak-uang/

    Hehehe gimana teman, ada yang punya pengalaman dengan ternak kelinci?

  • 5 Comments
  • Filed under: Story