Luruskan shaf-shaf kalian karena lurusnya shaf merupakan bagian dari kesempurnaan shalat (HR Bukhari-Muslim).

Kalau mencermati shalat jama’ah di mushalla maupun masjid jaman sekarang ini, adaaa aja (atau mungkin banyak yah?? :D ) orang-orang yang gak mau berebut menempati shaf terdepan. Contohnya di masjid yang biasa aku tempati shalat Jum’at, atau mushalla yang biasa aku tempati untuk shalat tarawih. Ada yang berebut dekat jendela, atau dekat kipas angin, atau malah di luar ruangan, biar hawanya seger katanya. Kalau gak dipaksa ke shaf depan, sepertinya mereka ogah. Kalau udah dipaksa, baru mereka mau.

Hadits diatas adalah salah satu hadits yang mengemukakan keutamaan merapatkan, meluruskan dan mengisi shaf-shaf paling depan dalam shalat. Katanya, kalau kita pengen jadi umat yang kuat, kita harus merapatkan barisan. Apa jadinya kalau shalat jama’ah aja, masih renggang-renggang dan gak lurus. Atau masih harus dipaksa-paksa. Bagaimana kalau kita menghadapi pertempuran sesungguhnya? Baik perang fisik maupun perang melawan sistem yang merusak akhlak umat. Apa gak semakin morat-marit?

Sebenarnya tugas memeriksa atau memerintahkan merapatkan shaf memang tugas seorang Imam, namun kita sebagai ma’mum juga bisa saling mengingatkan. Lebih memiliki kesadaran untuk mengetahui dan memaknai fungsi dan arti dari kesempurnaan shaf.  Mudah-mudahan aja barisan kita selalu dirapatkan oleh Allah SWT., hingga menjadi umat yang tangguh di muka bumi ini.